Kota Metro, Portalmetrokita – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait kewaspadaan terhadap Hantavirus, penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius pada manusia.
Kadis Kesehatan Kota Metro dr. Fitri Agustina, M.KM. Selasa (19/05/2026) mengatakan, bahwa Pemerintah melalui Dinkes dalam melakukan antisipasi penanggulangan Hanta Virus adalah :
1. Memberikan edukasi kepada masyarakat terkait tentang apa itu Hanta Virus dan bagaimana pencegahannya melalui Puskesmas sebagai jejaring Dinas Kesehatan dengan membuat flyer tentang Hanta Virus.
2. Berkoordinasi dengan Bidang Penanggulangan Penyakit untuk penanganan Hanta Virus.
3. Pembuatan dan penyebaran media digital flyer ttg. Hantavirus ke medsos.
Beberapa langkah yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi Hanta Virus yaitu :
1. Surveilans Aktif: Memantau dan melacak potensi kasus di wilayah setempat.
2. Edukasi PHBS: Mengimbau masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat serta menjaga sanitasi lingkungan.
3. Pengendalian Vektor: Menggalakkan pembasmian tikus di permukiman warga dan tempat yang berpotensi menjadi sarang hama.
4. Panduan Pembersihan: Memberikan edukasi tentang cara aman membersihkan kotoran dan urine tikus agar debunya tidak terhirup (seperti penggunaan masker dan disinfektan).
Lanjut Fitri, bahwa Dinkes Metro menyampaikan materi kampanye kesehatan yang disebarluaskan kepada masyarakat, mengajak warga untuk mengenali gejala, memahami cara penularan, serta meningkatkan langkah pencegahan sejak dini.
Dalam imbauan tersebut dijelaskan bahwa Hantavirus dapat menyebabkan infeksi serius, terutama pada paru-paru dan sistem pernapasan. Penularannya terjadi melalui paparan urin, kotoran, air liur, hingga gigitan tikus yang terinfeksi.

Selain itu, virus juga dapat masuk ke tubuh melalui udara yang terkontaminasi partikel kotoran tikus yang mengering.
Dinkes Kota Metro menegaskan bahwa lingkungan yang kurang bersih dan keberadaan tikus yang tidak terkendali menjadi faktor risiko utama penyebaran virus tersebut.
“Yuk, cegah penularannya mulai dari lingkungan sekitar kita,” ujarnya.
Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai sejumlah gejala yang dapat muncul setelah terpapar virus, diantaranya, Demam tinggi mendadak, Sakit kepala berat, Nyeri otot, Batuk dan sesak napas, Mual, muntah, hingga diare.
Apabila mengalami gejala tersebut, terutama setelah kontak dengan lingkungan yang kotor atau banyak tikus, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Metro mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, membersihkan debu dengan cara dibasahi terlebih dahulu, bukan disapu kering, menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat, Menutup celah atau lubang yang dapat menjadi akses masuk tikus, menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan area berisiko, melakukan pengendalian tikus secara rutin dan aman.

Selain itu, masyarakat diminta tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit zoonosis tersebut.
Dinkes Kota Metro juga menekankan bahwa pencegahan Hantavirus tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran bersama dalam menjaga pola hidup bersih dan sehat.
“Mulai dari hal kecil, untuk hidup yang lebih sehat,” menjadi pesan penutup dalam kampanye edukasi kesehatan tersebut.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sanitasi lingkungan dan pengendalian tikus, diharapkan risiko penyebaran Hantavirus dapat diminimalisir serta kesehatan masyarakat Kota Metro tetap terjaga. (Holik)
