Kota Metro, Portalmetrokita.com – Gelombang kekecewaan petani di wilayah Metro Selatan memuncak. Aliansi Petani Menggugat memastikan akan menggelar aksi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro pada Rabu, 22 April 2026, sebagai respons atas gagal panen yang mereka alami.
Seruan aksi tersebut telah ramai beredar di media sosial. Dalam poster yang tersebar, aliansi mengajak masyarakat luas untuk bergabung dalam gerakan bertajuk “Bangun Persatuan Gerakan Rakyat, Petani Metro Menggugat.”
Kepastian aksi ini dibenarkan oleh Advokat Aliansi Petani Menggugat, Tommy Gunawan, SH. Ia mengungkapkan, langkah turun ke jalan diambil setelah upaya komunikasi resmi dengan DPRD tidak mendapat tanggapan.
“Benar, aksi ini akan dilaksanakan. Petani sudah terlalu lama menunggu. Kami telah dua kali melayangkan surat audiensi kepada DPRD, namun tidak ada respons yang jelas,” ujar Tommy saat dikonfirmasi, Selasa (21/04).
Menurutnya, sikap diam para wakil rakyat justru memperparah kekecewaan petani yang tengah menghadapi situasi sulit akibat gagal panen.
“Di saat petani mengalami kerugian besar, seharusnya para pemangku jabatan hadir memberikan solusi. Ini bukan sekadar keluhan, ini soal keberlangsungan hidup mereka,” tegasnya.
Dalam aksi tersebut, Aliansi Petani Menggugat membawa tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak DPRD agar mendorong Pemerintah Kota Metro menghadirkan solusi permanen atas persoalan yang dihadapi petani.
Kedua, menuntut pertanggungjawaban instansi terkait atas dampak banjir yang merendam lahan pertanian.
Ketiga, meminta jaminan perlindungan serta keberlangsungan hidup petani ke depan.
Tommy menegaskan, aksi ini merupakan bentuk peringatan keras bahwa petani tidak akan lagi tinggal diam.
“Kami tegaskan, petani tidak akan diam. Hanya satu kata: lawan,” pungkasnya. (red)
