Metro Timur, Portalmetrokita– Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Universitas Malahayati Kelompok 94 menggelar kegiatan edukasi lingkungan melalui sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat di RW 05 Perumahan Jurai Siwo Permai (JSP), Kelurahan Tejo Agung, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Selasa (21/7/2026).
Mengusung semangat “Mengabdi dengan aksi, Membangun dengan karya”, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa perubahan besar dalam menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di tingkat rumah tangga.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa setiap jenis sampah memiliki waktu penguraian yang berbeda. Styrofoam bahkan dikenal sangat sulit terurai di alam, plastik membutuhkan waktu hingga sekitar 500 tahun, kaleng sekitar 200 tahun, sedangkan karton atau kardus dapat terurai dalam kisaran 20 tahun, tergantung kondisi lingkungan.
Melalui papan edukasi yang menampilkan contoh berbagai jenis sampah beserta estimasi waktu penguraiannya, masyarakat diajak memahami dampak jangka panjang sampah terhadap lingkungan. Edukasi ini juga menekankan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal mengurangi pencemaran.
Tidak hanya itu, mahasiswa KKL PPM Malahayati Kelompok 94 juga memberikan pelatihan sederhana mengenai pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos. Warga dikenalkan pada proses pengomposan, mulai dari pemilahan bahan, tahapan pengolahan, hingga perkiraan waktu yang dibutuhkan sampai kompos siap dimanfaatkan sebagai pupuk alami.

Galih Pambudi Fakultas Tehnik selaku Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah yang tepat dan bernilai guna.
“Mengabdi dengan aksi, membangun dengan karya. Semoga setiap ilmu yang dibagikan menjadi manfaat, dan setiap langkah kecil hari ini menjadi awal dari perubahan besar bagi lingkungan di masa depan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus meningkat sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Edukasi semacam ini juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk melihat sampah bukan semata sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan.

Galih Pambudi kordinator KKL PPM Universitas Malahayati menjelaskan, bahwa mereka semua berjumlah 20 orang. Bertempat di RW 05 Kelurahan Tejo Agung Metro Timur :
1. Aprilia, 2. Rizki Amelia, 3. Fitri Amelia, 4. Sintia sari, 5. Ahmad Rohim,
6. Salsabila mutiara, 7. Yulinda madha,
8. Al zetta, 9. Amilatun, 10. Albayati
11. Heni Agustina, 12. Isma Aina, 13. Alina pramesta, 14. Rahma Indriyani
15. Lala Agustina, 16. Rifqi sya’idul, 17. Ebenezer Regita, 18. Ramanda raka, 19. Dion Saputra.
Sementara Ketua RW 05 Kelurahan Tejo Agung, Muhidin, mengapresiasi kegiatan edukasi yang dilaksanakan mahasiswa KKL PPM Malahayati Kelompok 94. Menurutnya, penyuluhan mengenai pengelolaan sampah sangat bermanfaat karena mampu menambah wawasan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengolah sampah agar memiliki nilai guna.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKL PPM Malahayati yang telah memilih lingkungan kami sebagai lokasi pengabdian. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat, karena bukan hanya mengajarkan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memberikan pengetahuan bagaimana sampah organik dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat. Harapan kami, ilmu yang diberikan dapat dipraktikkan oleh warga sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan produktif,” ujar Muhidin.
Ia juga berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat terus terjalin melalui program-program pengabdian yang menyentuh kebutuhan warga. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan mulai dari lingkungan keluarga hingga tingkat masyarakat.(Holik)
