Lampung Timur, Portalmetrokita – Penggunaan Dana Desa Banjar Rejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan warga. Sejumlah masyarakat mempertanyakan transparansi serta efektivitas pemanfaatan anggaran desa yang nilainya mencapai Rp1.182.670.000.
Warga menilai realisasi dana desa belum dirasakan secara signifikan, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Sejauh ini kami belum melihat pembangunan yang benar-benar berdampak langsung. Informasi penggunaan anggaran juga tidak disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Beberapa warga lainnya mengungkapkan bahwa sejumlah kegiatan yang didanai desa dinilai kurang prioritas. Mereka berharap alokasi anggaran dapat lebih difokuskan pada kebutuhan mendasar masyarakat.
“Kami hanya ingin dana desa digunakan sesuai peruntukannya dan bisa dirasakan manfaatnya. Transparansi itu penting agar tidak menimbulkan kecurigaan,” tambah warga lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai perencanaan dan realisasi penggunaan dana desa, serta memastikan pengelolaan dilakukan secara akuntabel sesuai aturan yang berlaku.
Berdasarkan data yang dihimpun media ini, Dana Desa Banjar Rejo Tahun 2025 disalurkan dalam dua tahap, yakni:
Tahap pertama sebesar Rp581.785.000 (49,19%)
Tahap kedua sebesar Rp600.885.000 (50,81%)
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa Banjar Rejo belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan warga tersebut. Media ini membuka ruang hak jawab demi keberimbangan informasi.(Red)
