Pemerintahan Sehat Itu Terasa, Bukan Sekadar Terlihat

Oleh : Husni Alholik, S.H. Wartawan Madya

Pemerintahan yang sehat tidak lahir dari baliho besar, seremoni meriah, atau pidato penuh janji. Ia justru diuji di tempat yang paling sederhana, loket pelayanan, jalan yang rusak, bantuan yang tepat sasaran, dan keberanian menerima kritik. Di situlah wajah asli kekuasaan terlihat, apakah melayani atau justru membebani.

Sering kali, ukuran keberhasilan pemerintah dipoles lewat angka dan laporan. Pertumbuhan ekonomi naik, program berjalan, penghargaan diraih. Tapi satu pertanyaan mendasar jarang diajukan, apakah rakyat benar-benar merasakan kemudahan? Sebab pemerintahan yang sehat tidak butuh banyak pembelaan namun ia terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat saja dari hal paling konkret. Ketika mengurus administrasi tidak perlu “orang dalam”, ketika bantuan sosial tidak salah alamat, ketika izin usaha tidak berbelit, itu tanda sistem bekerja. Sebaliknya, jika rakyat harus mencari jalan pintas untuk mendapatkan haknya sendiri, maka yang sakit bukan masyarakat, melainkan pemerintahannya.

Transparansi juga menjadi pembeda yang jelas. Pemerintah yang sehat tidak takut membuka anggaran, tidak alergi terhadap kritik, dan tidak gemar menyembunyikan keputusan di balik meja. Sebab kekuasaan yang gelap hampir selalu menyimpan masalah. Dan kita tahu, korupsi tidak tumbuh di ruang terbuka.

Dalam kerangka Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, hubungan antara eksekutif dan legislatif seharusnya setara, bukan saling melindungi dalam diam. DPRD hadir untuk mengawasi, bukan sekadar menyetujui. Ketika fungsi kontrol melemah, di situlah awal kemunduran dimulai. Pemerintahan terlihat tenang, tapi sesungguhnya rapuh.

Yang lebih berbahaya adalah ketika “stabilitas” dijadikan alasan untuk membungkam kritik. Padahal pemerintahan yang sehat justru membutuhkan suara-suara yang mengoreksi. Tanpa itu, kebijakan mudah melenceng, dan kekuasaan berubah menjadi ruang nyaman bagi segelintir orang.

Pada akhirnya, indikator pemerintahan sehat bukan terletak pada seberapa rapi laporan disusun, tetapi seberapa jujur hasilnya dirasakan. Rakyat tidak butuh narasi yang indah, mereka butuh bukti yang nyata.

Karena satu hal yang pasti,
pemerintahan yang sehat tidak sibuk terlihat baik, tapi memastikan rakyat benar-benar hidup lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *