Kota Metro, Portalmetrokita — Menurut pemantauan crew media ini, Jum’at (02/01/2026) perbaikan drainase di sekitar Pasar Tradisional Kelurahan Tejo Agung, Kecamatan Metro Timur Kota Metro, patut diapresiasi. Warga dan pelaku ekonomi akhirnya bisa bernapas lega setelah bertahun-tahun berjibaku dengan genangan air yang mengganggu aktivitas dan merugikan pedagang.
Di titik ini, pemerintah daerah memang layak mendapat pujian. Namun, kebahagiaan itu tidak datang tanpa catatan. Rekayasa lalu lintas selama proses pengerjaan justru meninggalkan persoalan baru yang tak kalah serius. Jalan di sekitar lokasi kini rusak, berlubang, bergelombang, dan berdebu. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.
Ironisnya, proyek yang bertujuan memperbaiki infrastruktur justru melahirkan kerusakan infrastruktur lain. Ini menimbulkan pertanyaan mendasar, di mana perencanaan teknis dan pengawasan pelaksanaan proyek? Apakah perbaikan drainase dikerjakan tanpa memperhitungkan dampak lanjutan terhadap badan jalan? Perbaikan infrastruktur tidak boleh berhenti pada klaim “pekerjaan selesai”.

Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan pekerjaan dilakukan secara menyeluruh, rapi, dan bertanggung jawab. Setiap proyek publik harus menutup masalah lama tanpa membuka masalah baru.
Jika kerusakan jalan dibiarkan, maka kebahagiaan warga akan kembali berubah menjadi kekecewaan. Dan pada akhirnya, publik berhak menilai: apakah pembangunan ini benar-benar untuk kepentingan masyarakat, atau sekadar mengejar laporan administrasi semata. (Red)
